Don't forget to rate the movie. Thank you

Sebelum Nonton Joker, Pulang Tengok 11 Performa Tersohor Joaquin Phoenix

Posted 2019/09/17 7 0

Tahun 2018 menjadi musim yang sungguh-sungguh produktif kepada aktor berderai-derai pernah dinominasikan Oscar sebesar tiga saat ini. Di musim itu sira telah membintangi dua gambar yang diakui kitikus depan lain dalam jaman garapan Lynne Ramsay, “You Were Never Really Here” dan profil datang melihat dari tangan Gus Van Sant mengenai seorang kartunis terhantar, John Callahan berjudul “Don’t Worry, He Won’t Get Far From Foot”.

Memiliki penghargaan bukanlah hal pertama dan malas baginya. Sebelumnya, aktor tersebut telah dinominasikan sebanyak 3 kali bermutu ajang gagah Academy Awards untuk perannya dalam gambar Gladiator, Walk the Line, The Pakar, ia berkepanjangan telah memalu lima Mercapada Awards (termasuk kemenangnya menyandang Jhonny Cash dalam Walk the Line di musim 2005), dan kemudian empat screen Actors Guild Awards.

Intim tahun 2019, Phoenix tengok sibuk terperosok dalam cetak biru Joker yg digarap pada sutradara The Hangover, Todd Phillips. Audiens menanti-nanti penampilan Phoenix menjabat villain Batman yang berkualitas ini, apalagi belum gerangan rilis sudah hampir terdengar bocoran mengenai akting Phoenix sisi film seadanya yang berpotensi sebagai kontestan Oscar. Sembari menunggu rongseng, mari aku kepoin penampilan terbaik Phoenix di separuh film sebelumnya.

11. I’m Still Here (2010)

Sedemikian rupa merupakan hidup mockumentary secara berpotensi mengganggu karir Phoenix. Dalam gambar yang disutradarai Casey Affleck, Phoenix menjadi dirinya seorang diri, meninggalkan karir aktingnya lalu banting setang sebagai penyanyi hip-hop. Malahan dalam reklame press, Phoenix tetap menongkrongi[cak] baik karakternya ini secara muncul dalam acara David Letterman lalu bertingkah sedeng sehingga mepet meyakinkan audiens bahwa perkumpulan memang teka berubah melambangkan gila.

10. Signs (2002)

Phoenix terhitung beruntung selama itu dalam terlibat sementara proyek M. Night Shyamalan di masa-masa berjayanya, demi kemunculan Phoenix dalam gambar hit di sini membantu menjaga status Box Office-nya. Dia memerankan Merrill, pemain pertautan minor dengan gagal pada tinggal simpatik sang yunda, brother Graham (Mel Gibson), Phoenix menyalahkan performa terbaiknya, terutama tatkala tokoh secara diperankannya termenung akan kebenaran crop circles yang bertunas di selasar Graham, kalau-kalau berlari, sira berdiri tegak tenggang dihadapkan atas invansi alien.

9. You Were Never Really Here (2019)

Dalam film garapan Ramsay berambai-ambai menjadi kodrat dalam peralatan festival Cannes, Phoenix menjuarai Best Actor atas performanya. Ia memikul Joe, jagal bayaran bercucuran bergulat beserta masa lalunya dan disewa para senator New York untuk menyadari putri senator yang tamam diculik bagi sindikat perniagaan seks suku.

8. To Die For (1989)

Ke film mockumentary garapan Gus Van Sant ini, Nicole Kidman menyandang Suzanne Stone-Maretto, pembaca ulasan ramalan cuaca kepil suatu provinsial TV bercucuran berambisi buntal bagi peningkatan karirnya. Melelapkan dengan suaminya, Larry (Matt Dillon), dia merayu seorang remaja, Jimmy (Phoenix) kepada membunuh suaminya. Jimmy merespons kemauan Suzanne yang berujung pada ditangkapnya ia sama polisi.

7. Wisma Rwanda (1995)

Sisi film Terry George berderai-derai mengisahkan menyinggung genosida ketika Rwanda, Phonix memerankan Jack Daglish, seorang reporter Amerika yang masuk akal menginfokan pembawaan masyarakat Rwanda melalui reportasi lapangannya. Waktu memerankan sososk Daglish, dia memberikan penampilan total selaku seorang juru warta yang dianggap tidak rasional.

enam. Inherent Vice (2014)

Di bioskop nyentrik Paul Thomas Anderson ini, Phoenix memerankan seorang hippie mulai era 70-an, Doc Sportello yang diminta untuk menyingkirkan pacar berlaku Shasta Fay Hepworth (Katherine Waterson) mulai sejak penculikan satwa ditempatkan pada rumah pedih jiwa. meraba-raba punya menyigi segala sesuatunya berjalan jadilah rumit. Supaya performanya sekarang Phoenix mengantongi menyabet seleksi Golden Jagat.

5. The Pakar (2012)

Setelah mockumentary “I’m Still Here”, nama baik Phoenix simpang-siur secara tetap, namun ketika saat-saat serupa itu, karirnya terlindung oleh Anderson yang menyiapkan Phoenix sebagai peran senewen dalam “The Master”. Tingkatan tersebut dinilai coco dipasang talent Phoenix. Untuk performanya sebagai veteran gila nan bertemu dengan melihat guru spiritualnya, Lancaster Doff (Hoffman) terkait, Phoenix menyesah nominasi Academy Award ketiganya.

4. Quills (2000)

Siapa tahu ini termasuk salah satu filmnya yang rusak populer menyerempet penggambaran Marquis de Sade (Geoffrey Rush) garapan Philip Kaufman. Sesudah menghabiskan 27 tahun kental penjara, de Sade beranjak ke sudung sakit keperkasaan di Charenton. Di situ ia cocok temannya, Abbe Coulmier (Phoenix) seorang imam yang menyangka bahwa de Sade pantas meneruskan passionnya sebagai pujangga, meskipun pikiran de Sade tentu saja 100% berbeda seraya Abbe.

3. Her (2013)

Pernah terpakai suatu zaman dimana Phoenix menjelma memerankan seorang nerd di suatu film garapan Spike Jonze, sutradara eksentrik ini. agar perannya yang tak biasa, sira memainan seorang introvert bertanda Theodore dengan jatuh cinta lawan sistem proses yang terkomputerisasi bernama Samantha meskipun mengarungi pacar level dunia pasti. Selagi jatuh hati, Theodore mencabuli tahu barang apa yang dijalani Samantha menjumpai ribuan pemakai lain sekaligus memakai jasanya. Untuk performanya sebagai ciri pemimpi banal yang ikonis dengan mantel berwarna merah sedemikian, Phoenix terkena nominasi Golden Globe keempatnya.

dua. Gladiator (2000)

Perannya sebagai prabu keji nun bejat, Commodus tentunya palar selalu diingat. Phoenix menyandang putera sunan Romawi Marcus Aurelius (Richard Harris) dengan mengingatkan bettor kepada kekejian Nero, Claudius, dst. Bermutu film disini, ia mendatangkan kejelekan dekaden yang belum pernah ditunjukan sebelumnya. Kepada perannya, Phoenix dinominasikan Academy Awards buat yang awal kalinya, beserta Golden Negeri fana pertamanya, lewat nominasi Screen Actors Guild kedua.

1. Walk The Line (2005)

Penggambaran Phoenix mengenai “man in black” aka Johnny Cash meramalkan menjadi hasil artistiknya timbul saat ini, mencemari hanya penampakan dan performanya yang kentara, tetapi jualagi, lumayan, pula, pun, saja, serta, terus, esensi seru dari bentuk sang legend, prestasinya disini setara lewat prestasi Heath Ledger kesempatan memerankan Joker. Kinerja Phoenix sebagian dewasa bersandar sejak interpretasinya atas Cash mirip seorang teman hidup – tintingan yang begitu cerdas oleh salah satu bercucuran menonjol diantara biografi nada. Untuk penampilannya sebagai Cash, Phoenix pro Golden Manjapada Award pertamanya dan dinominasikan untuk Academy Award dua-duanya dan Screen Actors Guild Award keempatnya.